Pendidikan Memanusiakan Manusia
Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. | My Personal Education Site

Tugas Statistik: Data Penelitian

Tuesday, February 19, 2013


Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas. Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

SOAL

Berikut adalah data eksperimen dengan variabel-variabel: PBL = Problem-Based Learning, PS = Problem Solving, KONV = Konvensional, MB = Motivasi Berprestasi, KAR = karakter, dan PRES = Prestasi Belajar. Analisislah data tersebut menggunakan program SPSS sesuai dengan suruhan berikut. Hasil-hasil pra Test adalah KARA = karakter awal dan PRESA = prestasi awal.

TABEL DATA

[Klik di sini untuk melihat tabel]


SURUHAN

  1. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari dua dimensi, dan 1 variabel terikat PRES! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik ANOVA 1 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
  2. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari tiga dimensi, dan 1 variabel terikat PRES! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik ANOVA 1 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
  3. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari dua dimensi, 1 variabel kovariat PRESA, dan 1 variabel terikat PRES! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik ANACOVA 1 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
  4. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari dua dimensi, dan 3 variabel terikat MB, PRES, dan KAR! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik MANOVA 1 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
  5. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari dua dimensi, 2 variabel kovariat KARA dan PRESA, dan 2 variabel terikat PRES dan KAR! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik MANCOVA 1 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
  6. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari dua dimensi, 1 variabel muderator MB yang terdiri dari dua dimensi, dan 1 variabel terikat PRES! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik ANOVA 2 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
  7. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari dua dimensi, 1 variabel muderator MB yang terdiri dari dua dimensi, dan 2 variabel terikat KAR dan PRES! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik MANOVA 2 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
  8. (a) Buatlah rumusan judul, masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian dengan 1 variabel bebas yang terdiri dari dua dimensi, 1 variabel muderator MB yang terdiri dari dua dimensi, 2 variabel kovariat KARA dan PRESA, dan 2 variabel terikat KAR dan PRES! (b) Buatlah desain penelitian dan gambarlah hubungan-hubungan variabel penelitian! (c) Analisislah data tersebut menggunakan statistik MANCOVA 2 jalan, lakukan uji asumsi sebelumnya, dan deskripsikan hasilnya!
SELAMAT MENGERJAKAN.

Read On 0 comments

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BATA MERAH UNGGUL TAHAN LUMUT BERBANTUKAN SILIKA DARI ABU SEKAM PADI DAN PIGMEN ANORGANIK ALAMI

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
W. Karyasa, Jurusan Pendidikan Kimia
I K. Artawan, Jurusan Pendidikan Biologi
M. Vivi Oviantari, Jurusan Analis Kimia
FMIPA Undiksha

Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas model pembuatan bata merah unggul tahan lumut berbantukan pigmen anorganik alami batu merah Tajun dan silika abu sekam padi yang telah berhasil dikembangkan sebelumnya di sentra pengerajin bata merah Banyuning. Pengujian standar mutu bata merah yang dihasilkan dari penerapan model ini menggunakan Standar Barang Industri No. 21/51/1973 untuk bata merah dengan modifikasi terhadap pengukuran kuat tekan yang menggunakan mesin kuat tekan universal (T-9501 seri H-500kN). Ketahanan terhadap lumut dilakukan dengan studi komparasi dengan bata merah yang dihasilkan oleh sentra industri tersebut di tempat pengujian yang sama. Hasil perhitungan biaya produksi dan harga jual digunakan untuk menghitung nilai tambah akibat introduksi model. Selain itu, kajian mengenai model tungku pembakaran menggunakan sekam padi bersiklus tertutup ramah lingkungan dilakukan dengan analisis pemanfaatkan limbah asap dan abu yang dihasilkan pada pembakaran bata merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembuatan bata merah yang menggunakan triaksial blend lempung-silika abu sekam padi-pigmen anorganik alami dapat diimplementasikan di sentra industri bata merah Banyuning dengan menghasilkan kualitas bata merah yang unggul dan tahan lumut. Benda uji bata merah cetak konvensional (BMK) dan bata merah cetak press (BMP) memiliki kualitas penampakan fisik, susut kering, susut bakar dan porositas yang lebih baik dibandingkan bata merah tradisional Banyuning. Kuat tekan benda uji hasil implementasi baik BMP maupun BMK ada di peringkat kualitas I menurut Standar Barang Industri No. 21/51/1973 dan superior dibandingkan bata merah tradisional Banyuning, demikian juga halnya dengan hasil pengujian ketahanan lumut. Biaya produksi bata merah BMK Rp.777,34/buah dan BMP Rp. 1.166,02/buah dengan harga jual berturut-turut Rp. 1.500,00 dan Rp. 2.500,00. Kalau dibandingkan dengan bata merah tradional Banyuning dengan biaya produksi Rp. 450,00/buah dan dengan harga jual Rp. 550,00/buah, maka penambahan nilai dapat diberikan oleh penerapan model BMK dan BMP ini. Kajian pemanfaatan limbah asap menjadi asap cair pada proses pembakaran bata merah yang menggunakan sekam padi dan pemanfaatan limbah abu sekam padi sisa pembakaran menjadi silika amorpus yang bernilai jual tinggi memberikan prospek nilai tambah iringan penerapan teknologi bata baru ini.

Kata-kata kunci: bata merah, pigmen anorganik alami, silika abu sekam padi

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

REPRESENTASI NGAMADUANG (POLIGAMI) DALAM SENI PERTUNJUKAN

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
Luh Putu Sendratari & I Ketut Margi
Jurusan Pendidikan Sejarah Antropologi
FIS Undiksha

Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang dimasukkannya wacana ngamaduang (poligami) ke dalam seni genjek, memahami representasi poligami ke dalam seni genjek, memahami ideologi dibalik wacana poligami, memahami apresiasi laki-laki dan perempuan sekeha genjek. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif dengan penyajian deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan latar belakang dimasukkannya wacana ngamaduang (poligami) adalah faktor sosial budaya, adanya keinginan menguatkan misi seni sebagai media pendidikan moral, adanya orientasi pasar. Representasi poligami dalam seni genjek tampak dari lagu yang dinyanyikan. Ada dua representasi yaitu pertama menggambarkan niatan dari laki-laki yang hendak berpoligami; kedua, lagu poligami menonjolkan jeritan hati pihak istri/perempuan yang akan dipoligami. Keduanya digambarkan secara dialogis dan mencerminkan adanya pergulatan antara pro dan kontra terhadap poligami. Ideologi dibalik wacana poligami adalah ideologi gender dan ideologi feminis. Apresiasi terhadap isu poligami dalam seni genjek tergolong positif di mana di harapkan kegiatan berkesenian (terutama kesenian tradisional) perlu dijaga atau dilestarikan mengingat fungsinya sebagai wadah pembinaan mental bagi generasi muda.

Kata-kata kunci: representasi, ngamaduang (poligami), pergulatan, seni genjek

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PEROMBAKAN ZAT WARNA AZO MENGGUNAKAN JAMUR LAPUK PUTIH GANODERMA APPLANATUM ISOLAT LOKAL SINGARAJA

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I Nyoman Sukarta & I Dewa Ketut Sastrawidana
Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi jamur lapuk putih Ganoderma applanatum Isolat Lokal Singaraja untuk merombak zat warna tekstil golongan azo. Jamur Ganoderma applanatum diperoleh dari hutan di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Tahap pengumpulan data dimulai dari peremajaan pada media potato dextrosa agar (PDA) dan media Czapex cair, uji aktivitas perombakan zat warna tekstil pada media agar, dan uji perombakan pada variasi kondisi pH, konsentrasi zat warna, lama waktu inkubasi dan konsentrasi penambahan nitrogen. Zat warna tekstil yang dirombak adalah remazol red RB dan remazol black B yang sudah umum digunakan sebagai pewarna tekstil. Hasil uji pada media agar menunjukkan jamur lapuk putih Ganoderma applanatum mempunyai kemampuan tinggi untuk merombak zat warna tekstil. Uji aktivitas perombakan pada media cair menunjukkan jamur Ganoderma applanatum mampu merombak kedua zat warna secara maksimum pada konsentrasi 100 mg/L. Perombakan 100 mg/L zat warna remazol red RB dan remazol black B selama 7 hari berlangsung optimum pada pH 5 dengan penambahan 0,5 gram/L NaNO3 sebagai sumber nitrogen dengan efisiensi perombakan secara berturut-turut sebesar 98,46% dan 98,79%.

Kata-kata kunci: ganoderma applanatum, perombakan, remazol red RB, remazol black B

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PERANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI BIDANG DASAR-DASAR ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM MENUMBUH KEMBANGKAN WAWASAN DAN MINAT ANAK-ANAK REMAJA PESISIR DALAM ASPEK KELAUTAN DAN PERIKANAN

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
Ida Bagus Jelantik Swasta
Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Undiksha


Abstrak:
Hasil penelitian Jelantik pada Tahun 2001 menunjukkan bahwa minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng terhadap bidang kelautan dan perikanan masih sangat rendah. Karena itu, haruslah ada upaya untuk menghentikannya. Terkait dengan upaya ini, satu pertanyaan yang cukup penting untuk dijawab adalah apakah pendidikan dan pelatihan dibidang kelautan dan perikanan dapat meningkatkan wawasan dan minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng pada bidang kelautan dan perikanan ? Untuk menjawab pertanyaan ini maka dilakukanlah penelitian eksperimental dengan menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai subjek penelitian yang diberikan perlakuan berupa pendidikan dan pelatihan tentang aspek kelautan dan perikanan. Semua data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan mencari rata-rata peningkatan nilai tes antara sebelum dan setelah perlakuan diklat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil, bahwa (1) pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir di bidang kelautan, dan (2) pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir di bidang perikanan.

Kata-kata kunci: pendidikan, latihan, kelautan, perikanan, remaja pesisir

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI DESA PAKRAMAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BULELENG

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I N. Sumardika & I G. A. N. Setiawan (Jurusan Pendidikan Biologi)
Ni W. Martiningsih (Jurusan Analis Kimia)
FMIPA Undiksha


Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan tingkat partisipasi desa pakraman dalam menangani sampah di Kabupaten Buleleng serta pendapat desa pakraman, instansi yang mengelola sampah dan para pengambil kebijakan di tingkat desa di Kabupaten Buleleng tentang alternatif sistem pengelolaan sampah yang ditawarkan dan bagaimana sistem pengelolaan sampah yang optimal. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner terhadap sampel desa pakraman dengan cara cluster random sampling dan wawancara terhadap sampel dengan cara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa bentuk-bentuk partisipasi desa pakraman dalam menangani sampah di Kabupaten Buleleng adalah adanya aturan desa pakraman yang mengatur tentang persampahan di desa, pemisahan sampah yang akan dibuang, serta pemanfaatan kembali sampah yang telah dipisahkan. Tingkat partisipasi desa pakraman dalam menangani masalah sampah di Kabupaten Buleleng masih tergolong rendah. Alternatif sistem pengelolaan sampah yang ditawarkan peneliti mendapatkan tanggapan yang positif dari desa pakraman, instansi yang mengelola sampah (DLHKP) dan pengambil kebijakan di tingkat desa (perbekel/ kelian adat dan kelian dinas) di Kabupaten Buleleng.

Kata-kata kunci: pengelolaan sampah, desa pakraman, Kabupaten Buleleng

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PENGEMBANGAN KAMUS CHART OF ACCOUNTS UNTUK MATA KULIAH AKUNTANSI PERHOTELAN

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I Putu Gede Diatmika & Gede Adi Yuniarta
Jurusan akuntansi FIS Undiksha

Abstrak:
Akuntansi Perhotelan merupakan salah satu mata kuliah akuntansi terapan dalam kondisi riil di dunia kerja tepatnya implementasi di dunia pariwisata. Mata kuliah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan dunia usaha lainnya terutama terkait dengan sifat usaha berupa kegiatan jasa pelayanan ”hospitality service” yang berorientasi profit. Chart Of Accounts dalam akuntansi perhotelan merupakan rekening-rekening Akuntansi serta istilah-istilah yang merupakan komponen penting dalam penguasaan Akuntansi Perhotelan. Rekening dan istilah dalam akuntansi perhotelan sangatlah berbeda dengan akuntansi secara umum terlebih lagi saat ini informasi mengenai chart of Accounts ini belum terkoordinasi dalam satu literatur yang tepat. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan literatur dalam bentuk kamus Chart Of Accounts untuk Akuntansi Perhotelan yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Akuntansi Perhotelan di kelas yang sekaligus juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi pemakai baik masyarakat umum maupun praktisi di di dunia perhotelan. Untuk dapat mencapai tujuan penelitian ini digunakan model pengembangan four D Models yang terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate. Produk penelitian di tahun ke dua adalah berupa kamus Chart of Accounts untuk Akuntansi Perhotelan yang sudah diujicobakan dengan para pakar dan praktisi perhotelan.

Kata-kata kunci: kamus, chart of accounts, akuntansi perhotelan

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

ANALISIS EFISIENSI PEMANFAATAN BIOFILM DAN SEL BEBAS UNTUK PEROMBAKAN LIMBAH TEKSTIL PADA REAKTOR SISTEM KOMBINASI ANAEROB-AEROB

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I Dewa Ketut Sastrawidana & I Nyoman Sukarta
Jurusan Pendidikan Kimia & Jurusan Analis Kimia
FMIPA Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan teknologi biofilm dan sel bebas untuk mengolah limbah tekstil buatan sistem kombinasi anaerob-aerob. Biofilm bakteri yang digunakan pada reaktor anaerob terdiri dari Aeromonas sp. Pseudomonas sp, Flavobacterium sp. dan Enterobacter sp Sedangkan pada reaktor aerob terdiri dari Vibrio sp. Plesiomonas sp. dan Enterobacter sp. Limbah tekstil buatan dibuat dengan cara mencampurkan zat warna remazol red RB, remazol golden yellow dan remazol black B. Pengolahan limbah tekstil buatan dilakukan pada variasi waktu tinggal. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan limbah tekstil berlangsung optimal dalam jangka waktu 5 hari inkubasi dengan efisiensi perombakan sebesar 94,72% dengan 4 hari pada tahap pengolahan anaerob dan 1 hari pada tahap aerob. Pengolahan menggunakan proses pertumbuhan tersuspensi (sel bebas) pada kondisi yang sama menghasilkan efisiensi sebesar 77,88%.

Kata-kata kunci: konsorsium bakteri lokal, biofilm, reaktor sistem kombinasi anaerob-aerob, sel bebas

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PENGARUH USIA DAN STRATEGI BERBAHASA: SEBUAH STUDI PRAGMATIK TENTANG KESANTUNAN BERBAHASA PADA PARA PENUTUR BAHASA INDONESIA

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I.G.A. Lokita Purnamika Utami &
I Putu Ngurah Wage Myartawan (Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris)
PBS Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh variabel usia ini dalam kaitannya dengan realisasi kesantuanan berbahasa. Data diambil melalui sebuah penelitian dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya, wawancara dan observasi langsung juga dilakukan. Kuesioner isian ini disebut dengan DCT (Discourse Completion test). 250 pasang kuesioner disebar (DCT A dan DCT B) di kota Singaraja pada kelompok usia antara 18-65 tahun. Penelitian ini menemukan antara lain, pertama, ada perbedaan realisasi kesantunan berbahasa yang sangat kentara diantara para responden dari berbagai generasi. Kedua, variabel usia dapat dinayatakan sebagai variabel sosial yang tidak hanya bersifat instrumental tapi lebih dari itu yaitu bersifat fungsional. Hal ini ditunjukkan oleh temuan penelitian ini dimana variabel usia memiliki bobot yang lebih tinggi dan mengontrol variabel sosial yang lainnya seperti jender, status sosial, jarak sosial dan lain-lain. Tidak adanya faktor usia pada rumusan Brown dan Levinson (1987) dapat dipahami karena pada budaya mereka (barat) faktor usia tidak memiliki perananan yang signifikan untuk menentukan tingkat kesantunan berbahasa seseorang. Pandangan budaya timur yang berbeda dengan budaya barat rupanya harus dipandang sebagai suatu hal yang penting untuk mengubah pandangan Brown dan Levinson diatas. Melalui penelitian ini, disarankan agar variabel usia mendapat perlakuan yang layak dan proporsional, ada baiknya ketika merumuskan tingkat kesantunan sebuah pertuturan variabel usia juga ada di dalamnya.

Kata-kata kunci: variabel usia, kesantunan berbahasa

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPENDEKATAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERPIKIR KRITIS, KREATIF, DAN PRODUKTIF PADA SISWA SD

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
Ni Nyoman Parwati, I G. Putu Sudiarta, & I Wayan Puja Astawa (Jurusan Pendidikan Matematika)
FMIPA Undiksha

Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berpendekatan tematik berorientasi pemecahan masalah matematika terbuka. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan merupakan sarana dalam rangka mengembangkan kompetensi berfikir kritis, kreatif dan produktif pada siswa sekolah dasar di kabupaten Buleleng. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa: (a) buku petunjuk guru, (b) buku pegangan siswa, dan (c) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pengembangan perangkat pembelajaran ini diharapkan memberikan ruang dan dukungan seluas-luasnya, bagi usaha siswa dalam mencapai pemahaman mendalam yang berdampak langsung terhadap peningkatan minat dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan memodifikasi pola 4 D (Define, Design, Develop and Disseminate), tahap define telah dilakukan sebagai penelitian pendahuluan. Pengembangan draf perangkat pembelajaran dilakukan dengan (a) laboratory work untuk merancang prototipe perangkat pembelajarannya sesuai dengan hasil analisis kebutuhan pada tahap define, (b) panel group discussion untuk melakukan pengkajian kesesuaian prototipe tadi dengan karakteristik siswa, dan (c) validasi ahli untuk penyempurnaannya. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini telah menghasilkan prototipe perangkat pembelajaran matematika sekolah dasar dengan kualitas ‘valid’ dan siap untuk diuji coba pada tahap berikutnya.

Kata-kata kunci: pendekatan tematik, masalah matematika terbuka, kompetensi berpikir

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

EVALUASI DIRI BERBASIS ASSESMEN PORTOPOLIO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi (Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris)
FBS Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis terutama menulis paragraf naratif dengan pengaplikasian evaluasi diri berbasis assesmen portopolio. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil observasi awal yang berupa interview dan pre-test yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas XI IPA SMA Laboratorium Undiksha pada tahun ajaran 2008/2009 dalam menulis paragraf naratif masih kurang. Dari segi proses, siswa sangat tergantung pada kehadiran guru dikelas, kurang percaya diri untuk mengembangkan ide, bahkan cenderung subjektif dalam menilai pekerjaan mereka. Namun setelah diberikan treatment, kepercayaan diri siswa semakin meningkat (lebih mandiri), mereka cenderung lebih objektif, terbuka, jujur dan mampu bekerja sama serta mengambil resiko dengan baik. Hal ini berdampak pada kemampuan menulis siswa yang semakin meningkat. Peningkatan dapat dilihat dari skor individu dan rata-rata siswa dimana pada pre-test rata-rata siswa adalah 25,72 (cukup), pada post-test 1 menjadi 32,17 (bagus) dan 35,62 (sangat bagus) pada post-test 2.

Kata-kata kunci: evaluasi diri, assesmen portopolio, menulis

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MATA PELAJARAN SAINS SMP

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I Wayan Sukra Warpala (Jurusan Pendidikan Biologi)
I Wayan Subagia (Jurusan Pendidikan Kimia)
I Wayan Suastra (Jurusan Pendidikan Fisika)
FMIPA Undiksha


Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya untuk pembelajaran sains pada jenjang SMP melalui pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri atas tiga bagian pokok, yaitu materi ajar, prosedur pembelajaran, dan cara penilaian hasil belajar. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuestioner, wawancara, observasi, penggunaan angket sebagai lembar validasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan kriteria yang ada. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal memberikan kontribusi yang positif untuk peningkatan pemahaman konsep dan kinerja ilmiah siswa. Di samping itu, diperoleh bahan ajar berbasis kearifan lokal berwawasan kontekstual, yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung proses pembelajaran sains.

Kata kunci: bahan ajar sains, pembelajaran sains, kearifan lokal

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PENGEMBANGAN MODUL SOFTWARE MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I Nyoman P Suwindra, Rai Sujanem, Iwan Suswandi (Jurusan Pendidikan Fisika)
FMIPA Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan modul fisika multimedia interaktif, (2) menjelaskan perbedaan pengaruh antara belajar dengan modul multimedia (MPMM) dan model pembelajaran konvensional (MPK) terhadap pemahaman konsep, dan (3) menjelaskan perbedaan pengaruh antara MPMM dan MPK terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dalam dua tahapan, yaitu: pengembangan modul dan eksperimen. Data dikumpulkan dengan tes, angket, wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep antara belajar dengan MPMM dan belajar dengan MPK (F=16,667; p=0,05). Nilai rata-rata pemahaman konsep kelompok siswa yang belajar dengan MPMM lebih tinggi daripada yang belajar dengan MPK (Δμ= 3,917; SD= 0.960; p<0.05). (2) Terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara belajar dengan MPMM dan belajar dengan MPK (F=18,496; p<0,05). Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelompok belajar dengan MPMM lebih tinggi daripada kelompok belajar dengan MPK (Δμ= 3,957; SD= 0.920; p<0.05). Berdasarkan analisis respon, siswa memberi respon postif terhadap modul. Oleh karena itu, modul fisika multimedia interaktif layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa.

Kata-kata kunci: modul fisika, multimedia interaktif, pemahaman konsep

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PENJASORKES PENDIDIKAN DASAR DI PROVINSI BALI

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
I Nyoman Kanca & Made Agus Wijaya (Jurusan Penjaskesrek)
FOK Undiksha

Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pelatihan lesson study untuk meningkatkan profesionalisme guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjasorkes) pendidikan dasar di Provinsi Bali. Data penelitian terdiri dari data tentang validitas perangkat pembelajaran, data tentang hasil observasi kelas penjasorkes, data tentang efektifitas pembelajaran menurut pendapat siswa dan data tentang keterlaksanaan lesson study guru penjasorkes pendidikan dasar di Provinsi Bali. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar observasi kelas penjasorkes, lembar kuisioner formative class evaluation (FCE) dan lembar analisis proporsi fokus pembelajaran yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis bandingkan dengan kriteria yang ada. Disimpulkan bahwa (1) guru penjasorkes mampu menyajikan tugas gerak yang jelas, singkat dan waktu pasti, memberikan umpan balik (feed back) dan evaluasi umum kepada seluruh siswa, (2) sebagian besar siswa belajar dan bergerak dengan gembira serta menampilkan kerjasama yang antusias (3) efektivitas pembelajaran menurut siswa sangat tinggi. Dengan kata lain melalui model pelatihan lesson study mampu meningkatkan profesionalisme guru penjasorkes pendidikan dasar di Provinsi Bali.

Kata-kata kunci: pelatihan, lesson study, profesionalisme

DOWNLOAD PDF

Read On 0 comments

PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS REFLEKTIF BERBASIS KOMPETENSI

Tuesday, July 10, 2012
ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:
P. Kerti Nitiasih, Ni N. Padmadewi, L. P. Artini (Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris)
I Made Sutama (Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
FBS Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan (a) mengembangkan Model Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas ‘Reflektif Berbasis Kompetensi’ (PTK-RBK), (b) meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun proposal penelitian, dan (c) meningkatkan profesionalisme guru di Provinsi Bali. Model pengembangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan yang terdiri dari tiga tahap umum yaitu (1) determinasi masalah, (2) desain, dan (3) pengembangan. Model pelatihan yang dikembangkan adalah model penelitian ‘reflektif’ dari Wallace (1991). Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pelatihan reflektif yang terdiri atas 5 (lima) fase, (1) pemberian informasi, (2) refleksi dan penyusunan proposal, (3) presentasi, (4) refleksi, (5) kompetensi profesional, berada dalam kategori valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas yang pada akhirnya dapat meningkatkan profesionalis-me guru.

Kata-kata kunci: model pengembangan reflektif, penelitian tindakan kelas, profesionalisme guru


Read On 0 comments

PEREMPUAN BERSTATUS PURUSA

Thursday, July 05, 2012
ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 2, Agustus 2010


Penulis:
I Nyoman Pursika & Sukadi
Jurusan PPKn FIS Undiksha


Abstrak:
Penelitian ini bertujuan menjelaskan pandangan masyarakat, motivasi, pengelolaan, perubahan status, hak dan kewajiban, dampak, serta konflik dan cara pemecahannya pada perkawinan nyentana di Desa Pekraman Keramas Kabupaten Gianyar dan Desa Gubug Kabupaten Tabanan. Penelitian dilakukan secara etnografi. Subjek dipilih secara purpossive. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat bersikap ambivalen terhadap perkawinan nyentana. Motivasi laki-laki melakukan perkawinan nyentana adalah membantu keluarga perempuan agar tidak menjadi keluarga putung/cepung. Motivasi perempuan melakukan perkawinan nyentana adalah meneruskan keturunan keluarga patriarkhi. Pengelolaan keluarga perkawinan nyentana tetap dilakukan dengan sistem budaya patriarkhi. Namun ada perubahan status, kedudukan, hak dan kewajiban laki-laki dalam perkawinan nyentana. Laki-laki berubah berstatus sebagai predana dan perempuan berstatus purusa. Perkawinan nyentana tidak berdampak negatif baik kepada keluarga patriarki pihak laki-laki maupun perempuan. Perkawinan nyentana bahkan memberikan tambahan tenaga kerja laki-laki kepada keluarga perempuan. Konflik dialami keluarga nyentana baik secara psikologis maupun sosial budaya. Prinsip-prinsip hubungan saling memahami perbedaan, berkominikasi dengan baik, saling pengertian, saling mengalah, saling kompromi, dan bersedia berkorban untuk pasangan masing-masing dilakukan oleh pasangan keluarga nyentana untuk menyelesaikan konflik.


Kata-kata kunci: perkawinan nyentana, perubahan status, pengelolaan, konflik
Read On 0 comments

ANALISIS PEMILIHAN MODEL VOLATILITAS ARCH DAN GARCH DAN AKURASINYA UNTUK MENGESTIMASI FUNGSI SEMIPARAMETRIK

Thursday, July 05, 2012


ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 2, Agustus 2010

Penulis:
I Made Sugiarta
Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis dan empiris prilaku ARCH dan GARCH pada analisis data runtun waktu semiparametrik serta menemukan suatu pendekatan alternatif berupa skema yang baru beserta kriteria yang harus dipenuhi dalam memilih model yang paling akurat yang nantinya dapat diaplikasikan dalam mengestimasi suatu fungsi regresi semiparametrik sumber data berupa teori-teori para ahli yang tertuang dalam bentuk teorema, lemma, serta hasil-hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal nasional dan internasional. Data dikumpulkan melalui metode pencatatan dokumen dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode deduktif dan laboratorium. Data simulasi dianalisis dengan menggunakan sofware Eview for windows. Hasil simulasi disajikan dalam bentuk grafik dan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teorema Hardle dan simulasi data model runtun waktu ARCH dan GARCH semiparametrik dijamin lebih baik daripada model parametrik maupun non parametrik. Berdasarkan model ARCH yang dikembangkan Engle dan Kraft (1983) dikomparasikan dengan model yang dikembangkan Bollerslev (1986) dan disempurnakan lagi oleh Parreli ( 2001) secara teoritis Model GARCH relatif lebih baik dari pada model ARCH, sebab lebih bersifat general. Persamaan model yang paling akurat dari data runtun waktu yang digunakan pada regresi semiparametrik Δlog kdlrt = a1Δlog kdlr+ a2log kdlr + 1−tΔ2−ttε

Kata-kata kunci: semiparametrik, GARCH, model ARCH



Read On 0 comments

MODAL SOSIAL DALAM PELESTARIAN SUMBER DAYA PANTAI DAN LAUT Suatu Kajian Kritis Pada Masyarakat Pesisir Multietnik Di Desa Kubutambahan-Bali Utara

Thursday, July 05, 2012
ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 2, Agustus 2010

Penulis:
I Wayan Mudana
Jurusan Pendidikan Sejarah FIS Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan mengungkapkan latar belakang masyarakat pesisir multietnik di Desa Kubutambahan mengembangkan teks pelestarian sumber daya pantai dan laut; bentuk, fungsi modal sosial dalam pelestarian sumber daya pantai dan laut; proses sosialisasi teks pelestarian; mekanisme kontrol sosial untuk menjaga kemantapan modal sosial dan pelestarian pantai dan laut; serta makna teks modal sosial yang dikembangkan oleh masyarakat pesisir multietnik di Desa Kubutambahan. Penelitian ini menggunakan kajian teori kritis dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan atas hal itu terungkap bahwa masyarakat multi etnik mengembangkan teks pelestarian sumber daya pantai dan laut terkait dengan kesadarannya akan sumber daya tersebut sebagai ruang hidup bagi masyarakat pesisir. Bentuk-bentuk modal sosial yang dikembangkannya berupa ungkapan, cerita/mitos, kesepakatan, ideologi, dan kelompok sosial (kekerabatan, kedaerahan, dan kepentingan). Keberadaan modal sosial tersebut bagi masyarakat pesisir tidak saja berfungsi dalam pelestarian sumber daya pantai dan laut tetapi juga berfungsi sebagai mempermudah mereka menangani berbagai permasalahan kehidupan baik dalam konteks ekonomi, sosial budaya dan religius, kontrol sosial dan pengintegrasi. Proses sosialisasi teks tersebut dilakukan melalui keluarga, dadia, banjar, organisasi, sekolah, baik secara formal maupun informal. Mekanisme kontrol sosial yang dikembangkan bersifat dari bawah dan atas, sekala niskala, dengan melibatkan berbagai kelembagaan. Modal sosial yang dikembangkan sangat bermakna bagi keharmonisan hubungan antara manusia dan alam; manusia dan manusia, manusia dan Tuhan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir di Desa Kubutambahan Bali Utara.

Kata-kata kunci: modal sosial, pelestarian


Read On 0 comments

HOMONIM DALAM KAMUS BAHASA INDONESIA

Thursday, July 05, 2012
ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 2, Agustus 2010

Penulis:
I Wayan Lasmawan & I Gusti Ketut Sudiatmaka
Jurusan PPKn FIS Undiksha

Abstrak:
Target khusus penelitian pada tahun pertama ini adalah mengumpulkan 1000-2000 kata/istilah dan menyusunnya dalam daftar kata (word list). Data berupa kata/istilah dikumpulkan dari kamus umum dengan teknik pengartuan (sistem kartu). Tiap kata/istilah berikut padanan atau definisi dan sumber datanya dicatat dalam satu carik kartu. Data dalam kartu kemudian disusun secara alfabetis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-selektif, yang ditekankan pada seleksi kata/istilah. Data yang sudah dianalisis merupakan data matang yang siap dijadikan lema (entry) di dalam laporan akhir penelitian dalam wujud naskah kamus homonim.

Kata-kata kunci: kamus, homonym, pelajar


Read On 0 comments

PERUBAHAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN MIKRO DAERAH PERKOTAAN BERBASIS KONSEP TRI HITA KARANA DI KABUPATEN BULELENG BALI

Thursday, July 05, 2012
ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 2, Agustus 2010

Penulis:
I Gede Astra Wesnawa
Jurusan Pendidikan Geografi FIS Undiksha

Abstrak:
Penelitian ini dilaksanakan di daerah perkotaan Kabupaten Buleleng Propinsi Bali. Secara umum bertujuan (a) mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan pada lingkungan permukiman perkotaan berdasarkan konsep THK, (b) Mengkaji penyebab terjadinya perubahan lingkungan permukiman mikro perkotaan berdasarkan konsep THK di Kabupaten Buleleng, (c) Mengkaji proses terjadinya perubahan lingkungan permukiman mikro, faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap perubahan tersebut, dan (d) Mengkaji dampak apa yang timbul dengan adanya perubahan lingkungan permukiman perkotaan berlandaskan konsep THK. Penelitian ini direncanakan selama 2 tahun. Tahun pertama bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan dan mengkaji penyebab perubahan lingkungan permukiman mikro di daerah perkotaan. Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang penelitian dengan menggunakan rancangan survei. Penentuan Sampling meliputi areal sampling dan subjek sampling dengan teknik stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan teknik analisis kualitatif didukung dengan data kuantitatif terhadap perubahan lingkungan permukiman perkotaan yang berdasarkan pada konsep THK. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: Identifikasi bentuk-bentuk perubahan penerapan konsep THK dalam lingkungan permukiman perkotaan. Penyebab perubahan lingkungan permukiman perkotaan berdasarkan Konsep THK. Hasil penelitian berupa bentuk perubahan lingkungan permukiman perkotaan dan penyebab perubahan lingkungan, berkaitan dengan pengembangan lingkungan permukiman perkotaan berbasis Tri Hita Karana di daerah perkotaan Bali, sebagai bentuk inovasi dan pemberdayaan daerah perkotaan sebagai antisipasi dan jalan keluar yang strategis bagi pemerintah daerah kabupaten dalam mengatasi berbagai permasalahan pembangunan daerahnya dalam rangka otonomi daerah, khususnya yang menyangkut lingkungan permukiman.

Kata-kata kunci: perubahan, lingkungan permukiman mikro, THK, daerah perkotaan


Read On 0 comments

ANALISIS DAMPAK OTONOMI DAERAH TERHADAP PERGESERAN, PELESTARIAN TUGAS DAN KEWENANGAN DESA PAKRAMAN JULAH (DESA BALI AGA/ASLI/MULA) KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI

Thursday, July 05, 2012
ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 2, Agustus 2010

Penulis:
Dewa Bagus Sanjaya (Jurusan PPKn FIS)
Dewa Nyoman Sudana (Jurusan PGSD FIP)
Undiksha

Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan Desa Pakraman Julah (Bali Aga/Asli/Mula) Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, (2) Menganalisis pola integrasi masyarakat, (3) Menganalisis dinamika konflik yang terjadi sehubungan dengan terjadinya pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan, (4) Menganalisis faktor-faktor apakah yang paling dominan berkontribusi terhadap konflik sehubungan dengan pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan, (5) Menganalisis usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi konflik sehubungan dengan pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan, (6) Menganalisis pandangan masyarakat terhadap adanya pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan Desa Pakraman. Penelitian ini menggunakan rancangan studi etnografi. Subjek penelitian dipilih secara purposive dan menggunakan teknik snowball. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat desa pakraman Julah mempunyai pandangan positif terhadap pelestarian tugas dan kewenangan desa pakraman. Merespon positif terhadap pergeseran terhadap pengelolaan harta kekayaan desa yang semula dikelola oleh perseorangan menjadi oleh desa pakraman. Intergrasi masyarakat terbina dengan baik, yang tampak dari adanya toleransi, kerjasama, kohesivitas dan solidaritas antara warga yang beragama Hindu dan Islam. Sampai saat ini konflik adat yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik, dilakukan secara kekeluargaan dan berdasarkan kesepakatan warga (sesuai awig-awig desa). Masyarakat desa pakraman Julah menganut konsep “harmoni”, dimana setiap konflik ataupun pelanggaran terhadap aturan adat dianggap mengganggu keharmonisan. Faktor-aktor yang berkontribusi dominan terhadap konflik di desa adalah faktor dari dalam yaitu berbagai kepentingan dari warga, sedangkan faktor dari luar adalah adanya pengaruh dari luar sebagai akibat dari perubahan dan dinamika masyarakat. Usaha untuk mengatasi konflik dilakukan secara kekeluargaan melibatkan prajuru desa pakraman, dan sangat jarang konflik-konflik adat penyelesaiannya sampai kepada institusi yang dibentuk oleh negara.

Kata-kata kunci: pergeseran, pelestarian tugas, kewenangan Desa Pakraman


Read On 0 comments

Pencarian Lowongan Pekerjaan

Newest Journal

Popular Journal

Hubungi Kami Disini :


My Contact
E-mail : santyasa@yahoo.com

Admin Contact
E-mail : gsaindras@gmail.com
Site : Saindra Santyadiputra


Chat





Powered by: www.careerjet.co.id

Postingan Terakhir

Komentar Terakhir